- Syaba’ah – mengenyangkan
- Nafi’ah – memberi manfaat
- Maimunah – keberkatan
- Mahmudah – kebaikan
- Mu’dzibah – mencegah rasa dahaga
- Hazmatu Jibrail – keluarnya dari pijakan tumit Jibril
- Murwiyah – menyegarkan
- Afi’yah – menyihatkan
- Barrah – memiliki kebaikan
- Kaafiyah – mencukupkan
- Syifa' Saqamin – menyembuhkan penyakit
- Maghfirah – keampunan
Wednesday, March 27, 2013
SEJARAH KEMUNCULAN AIR ZAM-ZAM DI MUKA BUMI
Sunday, February 3, 2013
Jenama Chicco Ada Kalimah Allah
Hati-Hati Membeli Pampers Jenama Chicco Ada Kalimah Allah
Sunday, October 7, 2012
Meneladani Cara Makan Rasulullah S.A.W
Barangsiapa yang memperhatikan makanan yang dikonsumsi Nabi, niscaya ia mengerti bahwa beliau tidak pernah memadukan menu antara SUSU dengan IKAN, atau antara SUSU dengan CUKA, atau antara DUA MAKANAN yang sama-sama MENGANDUNG UNSUR PANAS, UNSUR DINGIN, UNSUR LENGKET, UNSUR PENYEBAB SEMBELIT, UNSUR PENYEBAB MENCRET, UNSUR KERAS, atau DUA MAKANAN yang mengandung UNSUR KONTRADIKTIF, misalnya antara MAKANAN YANG MENGANDUNG UNSUR PENYEBAB SEMBELIT DENGAN YANG MENGANDUNG PENYEBAB MENCRET, ANTARA YANG MUDAH DICERNA DENGAN YANG SULIT DICERNA, ANTARA YANG DIBAKAR DENGAN YANG DIREBUS, ANTARA DAGING YANG SEGAR, DENGAN YANG SUDAH DIGARAMI DAN DIKERINGKAN, ANTARA SUSU DENGAN TELUR, DAN ANTARA DAGING DENGAN SUSU.
Beliau tidak pernah makan pada saat makanan tersebut masih sangat panas atau masakan yang dihangatkan untuk besok, makanan-makanan yang bulukan (berjamur) dan asin, seperti makanan-makanan yang DIASINKAN, DIASAMKAN, atau DIHANGUSKAN. Semua makanan ini berbahaya dan menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan.
2. Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam biasa melawan unsur panas pada makanan dengan unsur dingin pada makanan lain, unsur kering suatu makanan dengan unsur basah pada makanan lain, sebagaimana beliau memakan mentimun dengan ruthob (kurma matang yang belum dikeringkan), makan tamr (kurma kering) dengan minyak samin, meminum ekstrak kurma untuk melunakkan chymus (Materi semi cair, homogen, berkrim atau seperti gruel yang dihasilkan oleh pencernaan makanan oleh lambung) makanan-makanan keras. Itulah intisari makanan sehat.
3. Beliau tidak biasa minum ketika sedang makan, sehingga akan merusaknya, apalagi jika air tersebut panas atau dingin, karena itu pola makan yang buruk sekali.
4. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, "Rasulullah tidak pernah mencela makanan sedikitpun, jika suka, beliau memakannya, jika tidak dibiarkannya, tidak memakannya." (HR. Bukhari : 5409, dan Muslim : 2064)
5. Beliau menyukai daging, yang paling beliau sukai adalah lengan dan bagian depan kepala kambing. Karena itu, seorang wanita Yahudi pernah meracuninya.
6. Pernah suatu ketika Rasulullah diberi daging, lantas diperlihatkan bagian lengan kepada beliau, maka beliau menyukainya. (HR. Bukhari : 5712, dan Muslim : 194)
7. Daging yang disukai Nabi adalah yang paling baik dan paling mudah dicerna oleh lambung, baik itu daging leher, lengan maupun lengan atas.
8. Beliau juga menyukai makanan-makanan manis dan madu. Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu anh, ia berkata, "Nabi shalallahu ‘alaihi wassallam menyukai makanan-makanan manis dan madu." (Shahihul Bukhari : 5614).
9. Beliau biasa makan roti dengan lauk apa saja yang beliau punya, kadang daging, kadang semangka, kadang kurma, dan kadang cuka. Beliau bersabda, "Sebaik-baik lauk adalah cuka." (Shahih Muslim : 2052).
10. Beliau biasa makan buah-buahan hasil panen negerinya pada musimnya, beliau tidak memantangnya. Ini juga merupakan sarana paling besar untuk menjaga kesehatan.
11. Rasulullah bersabda : "Aku tidak makan sambil bersandar." (Shahihul Bukhari : 5398)
Ada tiga cara bersandar:
a. Bersandar pada rusuk.
b. Bersila.
c. Bersandar diatas sesuatu.
Jenis pertama menyulitkan makan, karena ia menghalangi aliran makanan secara alami, menghambat kecepatan masuknya makanan ke lambung, dan menekan lambung sehingga sulit terbuka untuk makanan. Lambung akan miring, tidak tegak, sehingga makanan tidak mudah sampai kepadanya.
Adapun dua jenis lainnya merupakan gaya duduk orang-orang sombong yang bertentangan dengan jiwa kehambaan.
12. Dalam hadits Anas disebutkan, "Saya melihat Nabi shalallahu ‘alaihi wassallam duduk dengan posisi iq'a sambil memakan kurma." (Shahih Muslim : 2044)
Beliau biasa duduk dengan posisi iq'a untuk makan, maksudnya duduk dalam posisi bertumpu pada kedua lutu, seraya memposisikan perut telapak kaki kanan, sebagai bentuk ketawadhuan kepada Rabbnya. Ini merupakan posisi paling baik pada saat makan.
13. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam bersabda : "Jika salah seorang dari kalian makan, maka janganlah ia membersihkan tangannya sebelum menjilatinya." (Muttafaqun ‘Alaih, Bukhari : 5376, dan Muslim : 2031).
14. Beliau makan dengan menggunakan tiga jemari beliau, dan ini merupakan cara menyuap makanan yang paling bermanfaat.
15. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : "Wahai anak kecil! Sebutlah nama Allah (BISMILLAH), makanlah dengan tangan kanan, dan makanlah makanan yang terdekat darimu." (Muttafaqun ‘Alaih, Bukhari : 5376, dan Muslim : 2022).
Demikianlah cara makan yang paling baik adalah cara makan beliau shalallahu ‘alaihi wassallam dan cara makan siapa saja yang meniru cara beliau.
Diringkas dari kitab : KEAJAIBAN THIBBUN NABAWI, Penulis : Aiman bin ‘Abdul Fattah, Halaman 175 - 178. Penerbit : Al-Qowam
Tuesday, May 22, 2012
Bulan Rejab
* Barang siapa yang berpuasa satu hari dalam bulan ini dengan ikhlas, maka pasti ia mendapat keredhaan yang besar dari ALLAH swt
* Dan barang siapa berpuasa pada tanggal 27 Rejab 1428/Isra Mi'raj (Sabtu, 11 Ogos 2007) akan mendapat pahala seperti 5 tahun berpuasa
* Barang siapa yang berpuasa dua hari di bulan Rejab akan mendapat kemuliaan di sisi ALLAH swt
* Barang siapa yang berpuasa tiga hari yaitu pada tanggal 1, 2, dan 3 Rejab (16,17,18 Julai 2007) maka ALLAH swt akan memberikan pahala seperti 900 tahun berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya dunia dan siksa akhirat
* Barang siapa berpuasa lima hari dalam bulan ini, insyaallah permintaannya akan dikabulkan Allah swt
* Barang siapa berpuasa tujuh hari dalam bulan ini, maka ditutupkan tujuh pintu neraka Jahanam dan barang siapa berpuasa delapan hari maka akan dibukakan delapan pintu syurga
* Barang siapa berpuasa lima belas hari dalam bulan ini, maka ALLAH swt akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan kesemua kejahatannya dengan kebaikan, dan barang siapa yang menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH swt akan menambahkan pahalanya.
" Sabda Rasulullah saw lagi :"Pada malam Mi'raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril as "Wahai Jibril untuk siapakah sungai ini?"
Maka berkata Jibrilb as "Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau dibulan Rejab ini." Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita :"Ketika kami berjalan bersama-sama Rasulullah saw ke sebuah kubur, lalu Rasulullah saw berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih, kemudian beliau berdoa kepada ALLAH swt.
Lalu saya bertanya kepada beliau "Ya Rasulullah, mengapakah engkau menangis?" Lalu beliau bersabda "Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam kuburnya dan saya berdoa kepada ALLAH swt, lalu ALLAH swt meringankan atas mereka."
Sabda beliau lagi "Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mau berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di bulan Rejab niscaya mereka tidak akan disiksa di dalam kubur." Tsauban bertanya "Ya Rasulullah, apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rejab sudah dapat mengelakkan dari siksa kubur?"
Sabda beliau "Wahai Tsauban, demi ALLAH Zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan sholat malam sekali dalam bulan Rejab dengan niat karena ALLAH swt, kecuali ALLAH swt mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan sholat malam satu tahun."
Sabda beliau lagi "Sesungguhnya Rejab adalah bulan ALLAH, Sya'ban Adalah bulan aku dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku." "Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi, keluarga nabi dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rejab, Sya'ban dan bulan Ramadhan.
Maka sesungguhnya mereka kenyang, serta tidak akan merasa lapar dan haus bagi mereka."
Friday, May 4, 2012
Inilah 4 Malaikat yang Mendatangi Kita ketika SAKIT
1. Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.
2. Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya
3. Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.
4. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya , maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa.
Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu, Allah memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lezat, dan cahaya di wajah sang hamba. Namun untuk malaikat ke 4, Allah tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa-dosanya dari hambanya.
Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata : “Ya Allah mengapa dosa-dosa ini tidak Engkau kembalikan?” Allah menjawab : “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa-dosanya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa- dosa tersebut ke dalam laut.”
Dengan ini, maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun. ”
Tuesday, April 3, 2012
Doa Supaya Allah Tetapkan Iman Kita
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Rabbabaa Laa Tuyigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lana Mil-Ladunka Rahmatan Innaka Antal-Wahhaab
Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 7)
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ
Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik
Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.” (HR. Ahmad dan at Tirmidzi)
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
Allaahumma Musharrifal Quluub, Sharrif Quluubanaa ‘Alaa Thaa’atik
Artinya: “Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepadamu.” (HR. Muslim)
Keterangan:
Ketiga doa di atas adalah doa yang bersumber dari Al Qur’an dan sunnah sohihah. Maka seorang muslim patut menghafal dan memunjatkannya kepada Allah setiap waktu, kerana terpelihara ataupun tercabutnya hidayah terletak pada kehendak dan kekuasaan Allah. Apabila Allah meneguhkan hidayah, tidak ada yang dapat memalingkan dan menyesatkannya.
مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي وَمَنْ يُضْلِلْ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
“Sesiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan Sesiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raf: 175)
Pada ketiga doa di atas mengandungi permohonan terpeliharanya hati. Kerana hati merupakan penentu baik dan buruknya amal perbuatan seseorang. Dia menjadi pusat takwa dan hidayah. Namun, dia juga menjadi pusat kekufuran dan kesesatan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَلَا وَإِنَّ فِي اَلْجَسَدِ مُضْغَةً, إِذَا صَلَحَتْ, صَلَحَ اَلْجَسَدُ كُلُّهُ, وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ اَلْجَسَدُ كُلُّهُ, أَلَا وَهِيَ اَلْقَلْبُ
“ ….ketahuilah sesunguhnya di dalam jasad itu ada segumpal daging, apabila baik maka baiklah seluruh jasadnya, dan apabila rosak maka rosaklah seluruh jasadnya, ketauhilah bahawa dia itu adalah hati.” (Muttafaq ‘Alaih dari An Nu’man bin Basyir)
Sedangkan hati setiap seseorang berada di bawah kendalian Allah ‘Azza wa Jalla. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “sesungguhnya hati anak Adam (manusia), semuanya berada di antara dua jari dari jari-jemari Allah, laksana hati yang satu, Dia arahkan ke mana sahaja yang Dia kehendaki.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat at Tirmidzi dari hadis Malik bin Anas, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya hati itu berada di dua jari dari jari-jari Ar Rahman, Dia membolak-balikkan sekehendak-Nya.” Dalam riwayat Ahmad, “jika Dia berkehendak (untuk menjadikannya sesat) maka akan disesatkan-Nya dan jika berkehendak ditetapkan iman maka akan tetap diteguhkan di atas petunjuk.”
Sedangkan sesiapa yang hatinya dijaga oleh Allah dengan hidayah, tiada seorang pun yang boleh menyesatkannya.
مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
“Sesiapa yang diberi hidayah oleh Allah maka tidak seorangpun yang boleh menyesatkannya. Sebaliknya, siapa yang disesatkan oleh Allah maka tida seorangpun yang boleh memberinya petunjuk.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, at Tirmidzi dan lainnya)
Kerananya, kita sentiasa memohon kepada Allah, Tuhan kita semua, agar tidak menjadikan sesat hati kita setelah dia memberi petunjuk dan kita juga memohon limpahan rahmat dari sisi-Nya, sesungguhnya Dia dzat Maha Pemberi.
Tuesday, March 20, 2012
Tips anak petah dan cepat bercakap
Rasanya masih belum terlambat dan boleh diamalkan untuk arman dan auni..,kalau saya nak buat pun sewaktu mereka tidur,maklumlah dah besar...
Sekurang-kurangnya sebagai ibu,saya harus berusaha ikhtiar merawati arman yang mula bercakap berulang2/gagap.
InsyaALLAH saya dan suami dapat mendidik anak2 supaya menjadi anak yang soleh dan solehah..
Tips ni saya dapat dari blog Diari mama Husna
Hari ni saya nak share dengan kawan2 amalan yang boleh diamalkan kepada anak-anak kita sejak baby lagi,
amalkan membaca ayat 164 surah An-nisa',ayat yang akhir sekali iaitu wakallamallahu muusa takliimaa...
maksudnya :" Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung".
bagaimana kaedahnya :
1)Mulakan dengan Basmalah
2)Bacalah ayat di atas dan doakan dalam hati agar anak2 petah,fasih berbicara.
3)selepas tu, lekapkan lidah kita pada lidah baby..
4) Insya Allah, amalkan setiap masa, baby mesti suka.. ;)
Saturday, December 10, 2011
HUKUM JENAYAH ISLAM
Melakukan sesuatu perkara yang ditegah oleh Allah S.WT. atau meninggalkan sesuatu perkara yang disuruh olehNya.
2. Falsafah Jenayah.
Peraturan yang telah ditetapkan oleh Allah S.WT. untuk dilaksanakan dalam sesebuah negara bagi menjamin keadilan dan keselamatan ummah.
HUKUM-HUKUM JENAYAH ISLAM
Hukum-hukum jenayah Islam terbahagi kepada ;
(a) Hukum Hudud
(b) Hukum Qisas
(c) Hukum Ta’zir
A. HUKUM HUDUD
1. Pengertian Hudud;
(a) Dan segi bahasa hudud bererti menahan atau mencegàh.
(b) Dan segi segi istilah hudud ditakrifkan sebagai keseksaan yang telah ditetapkan oleh nas-nas Al-Quran dan AsSunnah yang wajib dilaksanakan sebagai hak Allah S.W.T. Kadar hukumannya tidak boleh dipinda sama ada dikurang atau ditambah.
Maksudnya;
“Itulah hukum-hukum yang telah ditentukan. Oleh itu janganlah kamu mencabulnya, dan sesiapa yang mencabuli hukum-hukum Allah, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”
2. Jenis-jenis jenayah hudud dan hukumannya
(a) Zina;
Persetubuhan haram tanpa nikah yang sah antara lelaki dengan perempuan.
Hukuman : Bagi penzina yang belum berkahwin hukumannya ialah sebat 100 kali. Bagi penzina yang telah berkahwin hendaklah direjam sehingga mati.
(b) Qazaf (menuduh zina);
Melemparkan tuduhan zina tanpa bukti terhadap orang yang baik.
Hukuman : sebat 80 kali
(c) Minum arak;
Meminum minuman yang memabukkan dan boleh menghilangkan kewarasan akal.
Hukuman : sebat 40 kali
(d) Mencuri;
Mengambil harta orang lain secara senyap atau sembunyi.
Hukuman : potong tangan
(e) Merompak;
Mengambil harta orang lain dengan menggunakan kekerasan, paksaan, ugutan dan ancaman.
Hukuman :
sekiranya membunuh hendaklah dibunuh
sekiranya hanya merompak sahaja hendaklah dipotong tangan dan kakinya secara bersilang iaitu tangan kanan dan kaki kiri dan seterusnya kaki kanan dan tangan kiri bagi kesalahan seterusnya.
sekiranya hanya menganggu ketenteraman awam hendaklah dipenjara
(f) Riddah (murtad);
Keluar seseorang Islam itu dan agama Islam sama ada dengan perbuatan dan perkataan.
Hukuman : Bunuh ( setelah diberi tempoh bertaubat selama 3 hari @ 3 kali )
# Semua jenayah hudud yang telah sabit kesalahannya wajib dikenakan hukuman hudud tanpa sebarang pengurangan @ pindahan kepada hukuman yang lain spt penjara @ wang.
B. HUKUM QISAS
1. Pengertian qisas;
(a) Dan segi bahasa qisas bermaksud memotong.
(b) Dan segi syarak bererti hukuman yang ditetapkan oleh syarak melalui nas-nas A1-Quran dan Hadis-hadis Nabi saw. kerana kesalahan-kesalahan yang melibatkan hak individu.
2. Jenis jenayah qisas;
Kesalahan-kesalahan yang diwajibkan hukuman qisas ialah membunuh dengan sengaja dan mencederakan anggota tubuh badan seperti mencederakan mata, hidung dan telinga.
3. Hukuman terhadap kesalahan qisas;
Mengikut hukum qisas seseorang penjenayah mesti diikuti dengan hukuman yang sama sepertimana dia lakukan ke atas mangsanya. Kalau ia membunuh maka dia mesti dihukum bunuh.
Maksudnya;
“Dan Kami telah tetapkan atas mereka di dalam Kitab Taurat itu, bahawa jiwa dibalas dengan jiwa, dan mata dibalas dengan mata, dan hidung dibalas dengan hidung, dan telinga dibalas dengan telinga, dan gigi dibalas dengan gigi dan luka-luka hendaklah dibalas (seimbang). Tetapi sesiapa yang melepaskan hak membalasnya maka menjadilah ia penebus dosa baginya” (Surah al-Maidah ayat 45)
Diat
Diat adalah denda yang wajib dibayar kerana kesalahan jenayah sebagai ganti qisas.
Kadar Diat
Kadar diat adalah dikira mengikut bilangan unta iaitu harta yang paling bernilai ketika itu.Kadar penuh diat ialah 100 ekor unta. Walau bagaimanapun, para ulama' berpendapat boleh mengantikan 100 ekor unta dengan harta yang senilai dengannya pada masa tersebut. Di antaranya ialah;
a) wang emas = 1000 dinar
b) wang perak = 10,000 - 12,000 dirham
c) lembu = 200 ekor
d) kambing = 2000 ekor
e) Persalinan = 200 persalinan lengkap
a. Diat jenayah membunuh.
1. Pembunuhan sengaja - 100 ekor unta secara terus (tanpa tangguh) yang terdiri drp ;
a) 30 ekor Juz'ah (unta berumur 5 tahun)
b) 30 ekor Hiqqah (unta berumur 4 tahun)
c) 40 ekor Hulqah
# Bagi jenayah membunuh dengan sengaja, ada dua hukuman iaitu qishas @ diat. Diat hanya boleh dilaksanakan jika dipersetujui oleh waris. Jika tidak, qishas bunuh dikenakan.
2. Pembunuhan separuh sengaja - 100 ekor unta spt di atas tetapi bayaran boleh ditangguhkan sehingga 3 tahun.
3. Pembunuhan tidak sengaja - 100 ekor unta dan ditangguhkan sehingga 3 tahun yang terdiri drp ;
a) 20 ekor Juz'ah (unta berumur 5 tahun)
b) 20 ekor Hiqqah (unta berumur 4 tahun)
c) 20 ekor Bintu Labun (unta betina berumur 3 tahun)
d) 20 ekor Ibnu Labun (unta berumur 3 tahun)
e) 20 ekor Bintu Mukhad (unta betina berumur 2 tahun)
# Hukuman bagi jenayah Pembunuhan separuh sengaja dan Pembunuhan Tidak Sengaja adalah Diat sahaja. Qishas tidak dikenakan.
* Diat perempuan 1/2 drp diat lelaki
* Diat hamba 1/2 drp diat merdeka
# Pembunuhan Sengaja ialah membunuh dengan niat.
# Pembunuhan Separuh Sengaja ialah spt seorang memukul orang dengan tongkat @ melempar dengan batu kelikir, tanpa disangka-sangka terus mati orang tersebut. (tanpa niat membunuhnya)
# Pembunuhan Tidak Sengaja ialah spt seorang yang tertembak rakannya yang disangkanya binatang buruan.
# Bagi jenayah membunuh, pembunuh hanya boleh diampunkan oleh warisnya sahaja. Pemerintah tidak ada kuasa dlm pengampunan.
b. Diat jenayah mencederakan anggota
1. 100 ekor unta untuk anggota tunggal spt terputusnya lidah, hilang akal, menyebabkan lumpuh seluruh anggota badan dan hilang keupayaan bersetubuh.
2. 50 ekor unta untuk anggota yang berpasangan, jika kedua-duanya terlibat maka diatnya 100 unta. Ia melibatkan salah satu drp kaki atau tangan, mata dan telinga.
3. 33 ekor unta untuk luka al-Ja'ifah (luka hingga ke dlm bhg otak)
4. 33 ekor unta untuk luka Al-Ma'muumah ( luka yang sampai ke selaput kepala)
5. 25 ekor unta untuk anggota yang 4 bahagian (pasang) spt kelopak mata. Setiap satu kelopak mewakili 25 unta.
6. 10 ekor unta untuk luka Al-Hasyimah (luka yang memecah @ mematahkan tulang)
7. 15 ekor unta untuk luka Al-Munqilah (luka yang sampai ke tulang dan mematahkannya sehingga tergeser dari tempatnya).
8.10 ekor unta untuk anggota yang ada 10 bahagian spt jari tangan dan jari kiri. Setiap satu jari jika patah mewakili 10 ekor unta.
9. 5 ekor unta untuk luka Mudhihah @ Muwadhdhohah (luka yang menampakkan tulang)
C. HUKUM TA’ZIR
1. Pengertian ta’zir.
(a) Dan segi bahasa ta’zir bererti menolak atau menghalang.
(b) Dan segi istilah ialah hukuman yang dikenakan ke atas orang yang membuat kesalahan dan maksiat atau orang yang mencuaikan kewajipan yang tidak ditetapkan hukuman keseksaannya di dalam Al-Quran dan Hadis atau hukuman yang dikenakan ke atas orang yang melakukan jenayah yang telah ditetapkan keseksaannya, tetapi tidak cukup syarat bagi mengenakan keseksaan itu.
2. Kesalahan-kesalahan yang termasuk di bawah kategoni ta’zir;
(a) Kesalahan-kesalahan hudud atau qisas yang tidak cukup bukti untuk dikenakan hukuman hudud atau qisas.
(b) Kesalahan-kesalahan khalwat, mencuri yang tidak cukup nisab dan sebagainya.
(c) Perbuatan-perbuatan yang boleh mengganggu ketenteraman awam seperti mengumpat, menipu, berjudi, rasuah, mengedar dan penyalahgunaan dadah.
3. Hukuman bagi kesalahan ta’zir.
(a) Nasihat;
Menasihati orang yang melakukan kesalahan kecil bagi pertama kali agar ia tidak mengulangi lagi pada masa akan datang.
(b) Teguran;
Teguran rasmi yang dilakukan oleh hakim dengan mengeluarkan ucapan-ucapan atau melakukan sesuatu tindakan tertentu agar orang yang melakukan kesalahan akan berusaha untuk memperbaiki dirinya.
(c) Ancaman;
Mengancam orang yang bersalah agar tidak mengulangi kesalahannya di atas sebab takut dikenakan hukuman.
(d) Pemulauan;
Hukuman pemulauan dikenakan kepada pesalah agar ia berasa tersempit sekiranya ia berterusan atau mengulangi kesalahannya lantaran tidak dapat bermuamalat dengan orang lain dalam masyarakat.
(e) Perisytiharan umum;
Membuat pengisytiharan kepada umum terhadapkesalahan penjenayah. Dengannya penjenayah berasa tertekan dan malu yang amat sangat.
(f) Denda dan merampas harta;
Iaitu hukuman ta ‘zir dengan denda berbentuk kewangan dan merampas harta yang dimiliki oieh penjenayah.
(g) Penjara;
Mengenakan hukuman penjara dalam tempoh tertentu mengikut pertimbangan realiti smasa.
(h) Sebat;
Mengenakan hukuman sebat kepada penjenayah dengan jumlah sebatan yang tertentu mengikut reaiiti semasa.
(i) Bunuh;
Hukuman bunuh bagi kesalahan ta’zir dibenarkan oleh syarak bagi menjaga kemaslahatan umum masyarakat.
(j) Buang daerah;
Hukuman ini dikenakan supaya penjenayah berasa tertekan, mengalami kesusahan dan tersisih akibat dipisahkan dari kaum keluarga dan sahabat handai.
Matlamat Hukum Hudud, Qisas dan Ta’zir
(a) untuk melindung masyarakat daripada bahaya jenayah dan mencegah sebelum ia berlaku.
(b) untuk memperbaiki penjenayah dan membetulkan penyelewengan. Ini dapat dilihat daripada kesan yang ditinggalkan oleh hukuman ke atas penjenayah yang memberi pengajaran, memperbaiki dan menghalang seseorang daripada melakukan jenayah.
(c) untuk membersih dosa penjenayah dan menyelamatkannya daripada azab akhirat.
Peranan undang-undang jenayah Islam mewujudkan keamanan dan kesejahteraan dalam masyarakat
(a) Undang-undang jenayah Islam menjatuhkan hukuman secara adil dan saksama. Misalnya orang yang membunuh
dihukum bunuh balas. Ini menyebabkan warisnya berpuas hati dan hilang perasaan dendam.
(b) Hukuman jenayah Islam yang kemas dan tegas menyebabkan penjenayah dan orang ramai takut dan gerun untuk mengulangi jenayah. Akhirnya kehidupan masyarakat aman dan sejahtera.
(c) Hukuman jenayah Islam mengandungi unsur-unsur pendidikan kepada penjenayah dan orang ramai. Hukuman yang dikenakan mendorong seseorang penjenayah bertaubat dan menyesali kesalahan yang dilakukannya. Dengan ini jenayah akan berkurangan dalam masyarakat.




